Sabtu, 16 Oktober 2010

MENGUAK ASAL USUL KANJENG RATU KIDUL

AGUS SISWANTO DAN EKA SUPRIATNA
Pada tgl. 6 Februari 2008 lalu, Misteri mendapat undangan seorang rekan bernama Malau. Beliau mengajak Misteri untuk mengikuti ritual di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Sebuah ritual untuk mengungkap asal usul Kanjeng Ratu Kidul. Tentu saja tawaran itu Misteri sambut hangat. Terlebih ketika dia mengatakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak.
Sejauh ini terdapat berbagai pendapat seputar asal usul sosok Kanjeng Ratu Kidul. Ada yang mengatakan, Kanjeng Ratu Kidul sesungguhnya adalah Ratu Bilqis, isteri Nabi Sulaiman Alaihissalam. Dikisahkan, setelah wafatnya Nabi Sulaiman as., Ratu Bilqis mengasingkan dirinya ke suatu negeri. Di sana beliau bertapa hingga moksa atau ngahyang.
Legenda lain seputar Kanjeng Ratu Kidul adalah Dewi Nawang Wulan, sosok bidadari yang pernah diperisteri Jaka Tarub. Sedangkan kisah lain tidak secara spesifik menyebutkan asal Kanjeng Ratu Kidul, kecuali dia puteri seorang raja di Tanah Jawa.
Sinyalemen Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak bukannya tanpa alasan. Isu ini pertama kali dibicarakan tahun 1985, ketika dalam suatu acara adat Batak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), beberapa orang mengangkat masalah ini. Tetapi rupanya tidak terlalu mendapat respon yang hadir. Isu pun tenggelam dengan sendirinya.
Ketika Misteri membuka internet, hanya terdapat satu situs yang menyinggung masalah ini. Itupun hanya dalam beberapa baris kalimat saja. Demikian kutipannya:
“Ini dia cerita tentang Ratu Laut Selatan yang dipercaya sebagian orang sebagai Biding Laut, saudara dari Saribu Raja yang notabene adalah keturunan Raja Batak.…tapi baca dulu kisahnya ya… siapa tau Nyi Roro Kidul emang keturunan Raja Batak”. (23 desember 2004)
http://mappa.blogspot.com/2004/12/nyi-roro-kidul-dari-batak.html
Hanya sekilas saja kalimat yang menyinggung Kanjeng Ratu Kidul sebagai orang Batak.
Padahal, sebagaimana diungkapkan Silalahi, di daerah Samosir ada seorang wanita yang kerap kali kemasukan roh Kanjeng Ratu Kidul. Wanita bernama Boru Tumorang ini sering mengaku sebagai Kanjeng Ratu Kidul ketika sedang trance. Itulah sebabnya, Boru Tumorang sengaja didatangkan ke Jawa untuk mengikuti ritual menguak asal usul Kanjeng Ratu Kidul.
LEGENDA BIDING LAUT
Sebelum melakukan perjalanan ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Misteri menyempatkan diri berbincang-bincang dengan Silalahi (40 thn), spiritualis yang akan memimpin ritual tersebut.
“Legenda asal usul Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak ini tidak lepas dari kisah Raja-raja Batak,” demikian Silalahi memulai ceritanya.
Dikisahkan, perjalanan etnis Batak dimulai dari seorang raja yang mempunyai dua orang putra. Putra sulung diberi nama Guru Tatea Bulan dan kedua diberi nama Raja Isumbaon.
Putra sulungnya, yakni Guru Tatea Bulan memiliki 11 anak (5 putera dan 6 puteri). Kelima putera bernama: Raja Uti, Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Lau Raja. Sedangkan keenam puteri bernama: Biding Laut, Siboru Pareme, Paronnas, Nan Tinjo, Bulan dan Si Bunga Pandan.
Putri tertua yakni Biding Laut memiliki kecantikan melebihi adik perempuan lainnya. Dia juga memiliki watak yang ramah dan santun kepada orangtuanya. Karena itu, Biding Laut tergolong anak yang paling disayangi kedua orangtuanya.
Namun, kedekatan orangtua terhadap Biding Laut ini menimbulkan kecemburuan saudara-saudaranya yang lain. Mereka lalu bersepakat untuk menyingkirkan Biding Laut.
Suatu ketika, saudara-saudaranya menghadap ayahnya untuk mengajak Biding Laut jalan-jalan ke tepi pantai Sibolga. Permintaan itu sebenarnya ditolak Guru Tatea Bulan, mengingat Biding Laut adalah puteri kesayangannya. Tapi saudara-saudaranya itu mendesak terus keinginannya, sehingga sang ayah pun akhirnya tidak dapat menolaknya.
Pada suatu hari, Biding Laut diajak saudara-saudaranya berjalan-jalan ke daerah Sibolga. Dari tepi pantai Sibolga, mereka lalu menggunakan 2 buah perahu menuju ke sebuah pulau kecil bernama Pulau Marsala, dekat Pulau Nias.
Tiba di Pulau Marsala, mereka berjalan-jalan sambil menikmati keindahan pulau yang tidak berpenghuni tersebut. Sampai saat itu, Biding Laut tidak mengetahui niat tersembunyi saudara-saudaranya yang hendak mencelakakannya. Biding Laut hanya mengikuti saja kemauan saudara-saudaranya berjalan semakin menjauh dari pantai.
Menjelang tengah hari, Biding Laut merasa lelah hingga dia pun beristirahat dan tertidur. Dia sama sekali tidak menduga ketika dirinya sedang lengah, kesempatan itu lalu dimanfaatkan saudara-saudaranya meninggalkan Biding laut sendirian di pulau itu.
Di pantai, saudara-saudara Biding Laut sudah siap menggunakan 2 buah perahu untuk kembali ke Sibolga. Tetapi salah seorang saudaranya mengusulkan agar sebuah perahu ditinggalkan saja. Dia khawatir kalau kedua perahu itu tiba di Sibolga akan menimbulkan kecurigaan. Lebih baik satu saja yang dibawa, sehingga apabila ada yang menanyakan dikatakan sebuah perahunya tenggelam dengan memakan korban Biding Laut.
Tapi apa yang direncanakan saudara-saudaranya itu bukanlah menjadi kenyataan, karena takdir menentukan lain.
BIDING LAUT DI TANAH JAWA
Ketika terbangun dari tidurnya, Biding Laut terkejut mendapati dirinya sendirian di Pulau Marsala. Dia pun berlari menuju pantai mencoba menemui saudara-saudaranya. Tetapi tidak ada yang dilihatnya, kecuali sebuah perahu.
Biding laut tidak mengerti mengapa dirinya ditinggalkan seorang diri. Tetapi dia pun tidak berpikiran saudara-saudaranya berusaha mencelakakannya. Tanpa pikir panjang, dia langsung menaiki perahu itu dan mengayuhnya menuju pantai Sibolga.
Tetapi ombak besar tidak pernah membawa Biding Laut ke tanah kelahirannya. Selama beberapa hari perahunya terombang-ombang di pantai barat Sumatera. Entah sudah berapa kali dia pingsan karena kelaparan dan udara terik. Penderitaannya berakhir ketika perahunya terdampar di Tanah Jawa, sekitar daerah Banten.
Seorang nelayan yang kebetulan melihatnya kemudian menolong Biding Laut. Di rumah barunya itu, Biding Laut mendapat perawatan yang baik. Biding Laut merasa bahagia berada bersama keluarga barunya itu. Dia mendapat perlakuan yang sewajarnya. Dalam sekejap, keberadaannya di desa itu menjadi buah bibir masyarakat, terutama karena pesona kecantikannya.
Dikisahkan, pada suatu ketika daerah itu kedatangan seorang raja dari wilayah Jawa Timur. Ketika sedang beristirahat dalam perjalanannya, lewatlah seorang gadis cantik yang sangat jelita bak bidadari dari kayangan dan menarik perhatian Sang Raja. Karena tertariknya, Sang Raja mencari tahu sosok jelita itu yang ternyata Biding Laut. Terpesona kecantikan Biding Laut, sang raja pun meminangnya.
Biding Laut tidak menolak menolak pinangan itu, hingga keduanya pun menikah. Selanjutnya Biding Laut dibawanya serta ke sebuah kerajaan di Jawa Timur.
TENGGELAM DI LAUT SELATAN
Biding Laut hidup berbahagia bersama suaminya yang menjadi raja. Tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Terjadi intrik di dalam istana yang menuduh Biding Laut berselingkuh dengan pegawai kerajaan. Hukum kerajaan pun ditetapkan, Biding Laut harus dihukum mati.
Keadaan ini menimbulkan kegalauan Sang Raja. Dia tidak ingin isteri yang sangat dicintainya itu di hukum mati, sementara hukum harus ditegakkan. Dalam situasi ini, dia lalu mengatur siasat untuk mengirim kembali Biding Laut ke Banten melalui lautan.
Menggunakan perahu, Biding Laut dan beberapa pengawal raja berangkat menuju Banten. Mereka menyusuri Samudera Hindia atau yang dikenal dengan Laut Selatan.
Namun malang nasib mereka. Dalam perjalanan itu, perahu mereka tenggelam diterjang badai. Biding Laut dan beberapa pengawalnya tenggelam di Laut Selatan.
Demikianlah sekelumit legenda Biding Laut yang dipercaya sebagai sosok asli Kanjeng Ratu Kidul.
“Dalam legenda raja-raja Batak, sosok Biding Laut memang masih misterius keberadaannya, Sedangkan anak-anak Guru Tatea Bulan yang lain tercantum dalam legenda,” kata Silalahi dengan mimik serius.
Sementara itu, Boru Tumorang (45 thn) mengaku sudah lama dirinya sering kemasukan roh Kanjeng Ratu Kidul. Terutama terjadi saat kedatangan tamu yang minta tolong dirinya untuk melakukan pengobatan. Tetapi Boru Tumorang tidak mengerti mengapa raganya yang dipilih Kanjeng Ratu Kidul. Semuanya terjadi diluar keinginannya.
Share this:
Digg
Reddit
StumbleUpon
Share

Blog News/Your News
Lintas Berita
Email
InfoGue
Cetak
Press-kan Ini

Ditandai:asal usul, Banten, Batak, Biding Laut, Dewi Nawang Wulan, gaib, Gusti Kanjeng Ratu Kidul, Jaka Tarub, Jawa, misteri, Nabi Sulaiman As, Pelabuhan Ratu, Penguasa Laut Selatan, Raja Batak, Ratu Bilqis, Ratu Kidul, ritual, roh, Samosir, Sibolga, Sukabumi
Posted in: misteri

Rabu, 22 April 2009

HARI KARTINI



TRIBUN - Pemerintah Provinsi Kepri berusaha mensejajarkan perempuan dalam menikmati pembangunan. Saat ini, indeks pembangunan gender di Kepri hanya 65,8 dibandingkan angka pembangunan manusia yang mencapai 72,8.

Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan, Pudji Astuti mengatakan timpangnya angka pembangunan gender ini merupakan tugas utama diharapkan dapat segera terwujud. “Idealnya indeks pembangunan gender dan indeks pembangunan manusia sama. Timpangnya angka ini menunjukkan bahwa kaum perempuan tidak terlalu maksimal menikmati pembangunan Kepri ini,” ujar Pudji di ruang kerjanya.

Pudji menambahkan, permasalahan terbesar yang dihadapi perempuan di Kepri ini adalah, rendahnya kualitas sumber daya manusia, terutama di pesisir dan kepulauan. “Contohnya dalam pendidikan. Dari laporan yang kami terima,angka buta aksara perempuan masih cukup tinggi. Selain itu angka putus sekolah dan angka kelulusan juga masih menunjukkan hal yang sama,” paparnya.

Program Pemprov yang memfokuskan pembangunan di bidang pendidikan merupakan salah satu solusi dari masalah tersebut. Menurut Pudji anggaran 20 persen saat ini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat pesisir. Sehingga kedepannya, angka buta aksara di Kepri dapat ditekan sedemikian rupa.

Masalah selanjutnya yang dialami oleh wanita adalah akses ekonomi yang terbatas. Selama ini, wanita Kepri tidak dapat berdiri sendiri dan cenderung bergantung kepada suami. Padahal, potensi perempuan dalam ekonomi sangat tinggi dan dapat membantu perekonomian rumah tangga.

“Perempuan kepri kurang produktif dan tidak percaya diri.Untuk itu kami membuat beberapa program pelatihan pengembangan diri bagi kaum perempuan,” jelasnya.

Untuk menjual produk-produk kerajinan wanita, sambung Pudji, biro pemberdayaan perempuan telah menjalin kerjasama lintas instansi diantaranya dinas koperasi dan dinas perdagangan.

“Kami juga menjalin kerjasama dengan lembaga permodalan untuk membantu perempuan mengembangkan diri,” tuturnya. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan di provinsi Kepri adalah 49:51 persen.

Tingkatkan Kualitas
Perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk memajukan kaum wanita dari keterbelakangan tidak sia-sia. Saat ini, banyak kemajuan yang diraih para Kartini muda.

Namun perjuangan tersebut tidaklah berhenti sampai disitu saja tapi terus dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kesempatan-kesempatan yang ada jangan pernah dilewatkan untuk meraih keberhasilan, dengan kemampuan dan kemauan yang besar raih cita-cita memajukan diri sebagai wanita yang berhasil.

Dengan banyaknya kemajuan yang diraih kaum wanita untuk memajukan diri akan lebih membuka peluang untuk menembus segala akses baik dalam informasi teknologi, globalisasi dan modernisasi.

“Oleh sebab itu, kaum perempuan Kepri hendaknya dapat meningkatkan kualitas agar dapat berkiprah dan berperan memegang jabatan di sejumlah bidang,” kata Wakil Gubernur Kepri Muhammad Sani dalam peringatan hari Kartini di Aula Kantor Gubernur, Selasa (21/4).

Selain berusaha menyamakan derajat, wanita saat ini harus mampu membantengi diri dan lingkungannya. Sehingga setiap wanita Kepri tidak terjerat didalam arus globalisasi yang kian kencang saat ini.

Sementara itu, Ketua Penggerak PKK Provinsi Kepri, Aida Ismeth Abdullah mengimbau, agar para wanita mengisi peringatan Hari Kartini yang ke-130, dengan instrospeksi diri.

Selain , perempuan Kepri juga harus membulatkan tekad untuk memerangi kebodohan, serta meningkatkan derajat dan harkatnya untuk bersama-sama membangun Kepri.

“Jika melihat dari kondisi saat ini, perempuan berada pada perbatasan yang sangat rentan dengan masuknya budaya asing. Kita tidak bisa membatasi diri agar budaya tersebut tidak masuk. Yang bisa kita lakukan adalah membentengi diri dengan meningkatkan akhlak mulia,” tutur Aida usai peringatan. (eik)

Rabu, 12 November 2008

Flexi COMBOPlus

I. Definisi

1. Nomor Utama

Nomor utama adalah nomor telepon Flexi (cara aktivasi, masa berlaku, tarif dan lain-lain yang mengikuti ketentuan Classy / Trendy yang berlaku) yang merupakan nomor tempat penggabungan tagihan (atau balance) dari layanan COMBO.
Jumlah nomor utama adalah 1 (satu) per kartu (handset) pelanggan.

2. COMBO

Nomor COMBO adalah nomor telepon Flexi yang memiliki masa berlaku temporer 3 (tiga) hari.

3. COMBOPlus (COMBO Berlangganan)

Nomor COMBOPlus adalah nomor COMBO Berlangganan yang memiliki masa berlaku 30 hari, maksimum sama dengan masa berlaku nomor Flexi (utama).
Jumlah nomor COMBOPlus adalah 1 (satu) nomor per nomor utama.
Saat berlangganan COMBOPlus, sebuah nomor Utama pada saat yang sama dapat memiliki 1 (satu) nomor COMBO.
Pelanggan akan dikenakan charge biaya registrasi berlangganan COMBOPlus per 30 hari.
Jika Nomor Utama adalah Trendy :
Pada setiap hari pada 3 hari terakhir sebelum dilakukan charging periodik, nomor utama akan dikirimi notifikasi bahwa nomor COMBOPlus akan diperpanjang dengan tarif tertentu.
Jika pada saat perpanjangan, nomor utama Trendy tidak memiliki cukup saldo pulsa untuk perpanjangan (not enough balance), maka nomor COMBOPlus-nya akan dimatikan.
Jika nomor induk Trendy sedang berada pada masa Pemeliharaan/ Grace, namun masih memiliki balance yang cukup utk melakukan charging, maka akan tetap akan dikenakan biaya perpanjangan.
Nomor COMBOPlus yang dimatikan dapat diaktifkan kembali jika nomor utama sudah:
Memiliki balance yang cukup; DAN
Mengirimkan request aktivasi COMBOPlus
Proses registrasi ini dikenakan charge registrasi.

II. Layanan

1. Voice

Melakukan Panggilan Pelanggan dapat melakukan panggilan (outgoing voice call) ke semua nomor tujuan, kecuali IN (08061, 08091) ketika berada di visiting area menggunakan nomor COMBO.Nomor yang muncul di handset tujuan adalah nomor COMBO lokasi visiting yang bersangkutan.
Menerima Panggilan Pelanggan dapat menerima panggilan (incoming voice call) dari nomor pemanggil ketika berada di visiting area, baik call yang langsung ditujukan ke nomor COMBO maupun via nomor Utama menggunakan fitur Call Forwarding

2. SMS

Pengiriman SMS Pelanggan dapat melakukan pengiriman SMS (outgoing message) ke semua nomor tujuan, kecuali nomor SMS Premium (SMS Content), ketika berada di visiting area menggunakan nomor COMBO.
Penerimaan SMS Pelanggan dapat menerima SMS (incoming message) dari nomor pengirim ketika berada di visiting area, baik SMS yang ditujukan ke nomor COMBO maupun via nomor Utama menggunakan fitur SMS Forwarding.

3. Data, Content dan Fitur

Akses Internet ke PDN dan WAP dapat Anda dilakukan di visiting area menggunakan nomor COMBO.
Layanan VSMS dapat Anda gunakan di visiting area menggunakan FlexiCOMBO.
Registrasi dan setting layanan FlexiTone dan SMS Premium Flexi (SMS Content Flexi) tidak dapat Anda lakukan di visiting area.
III. Batasan Layanan
Jumlah registrasi COMBOPlus yang berhasil per nomor Utama adalah 1 (satu) nomor COMBOPlus per bulan.
Ketika memiliki nomor COMBOPlus, nomor Utama hanya bisa menggunakan 1 (satu) nomor COMBO. Jika diperlukan nomor COMBO kota lainnya, maka nomor COMBO yang sebelumnya dinonaktifkan.
Nomor COMBOPlus belum bisa berlangganan layanan FlexiTONE, FlexiSONG, Flextension dan SMS Content.

IV. Area Layanan

Area layanan yang dapat menjadi area layanan FlexiCOMBO mencakup 152 area layanan TELKOMFlexi yang melingkupi lebih dari 200 kota secara nasional.

V. Metoda Pembayaran

Classy : Tagihan Anda hanya berada pada Nomor Induk (single bill), walaupun menggunakan banyak nomor COMBO. Trendy: Saldo pulsa Anda hanya berada pada Nomor Induk (single account), walaupun menggunakan banyak nomor COMBO.

VI. Pengisian pulsa prepaid di lokasi visit

Menggunakan e-voucher & ATM : dapat Anda lakukan pada nomor Induk maupun nomor COMBO. Menggunakan kartu voucher fisik : dapat Anda lakukan di lokasi home maupun di lokasi visit.

VII. Cara Aktivasi & Berlangganan

1. Via SMS ke 777

Jenis
COMBO (3 harian)
COMBO Plus (bulanan)
Aktivasi
ON[spasi][KodeArea/NamaKota] Contoh: ON 022atau ON BANDUNG
SUB[spasi][KodeArea/NamaKota] Contoh: SUB 022atau SUB BANDUNG
Deaktivasi
OFF[spasi][KodeArea/NamaKota] Contoh: OFF 022atau OFF BANDUNG
STOP[spasi][KodeArea/NamaKota] Contoh: STOP 022atau STOP BANDUNG
Perpanjangan
RENEW
(otomatis per 30 hari)
Melihat nomor
LIST

2. IVR & Direct Call Activation
Apabila sudah terlanjur berada di kota tujuan (visiting area) tetapi belum melakukan aktivasi via SMS 777, Anda dapat melakukan aktivasi dengan cara memanggil *777* dan ikuti petunjuk voice yang terdengar, Jika kode area kota visit diketahui, aktivasi dapat dilakukan secara langsung dengan memanggil *777*[KodeArea]#. Contoh: Pelanggan Jakarta yang sudah berada di Bandung, dapat mengaktivasi COMBO Bandung dengan cara memanggil *777*022#.

3. Call Center TELKOM 147 atau Plasa Telkom
Anda dapat menghubungi TELKOM 147 atau Plasa TELKOM terdekat untuk bantuan operator untuk melakukan aktivasi, deaktivasi dan informasi COMBO.

VIII. Tarif

Tarif layanan COMBO adalah sebagai berikut:
Seluruh pengiriman SMS ke 777 (ON, SUB, OFF, STOP, RENEW, LIST) sama dengan tarif SMS Flexi to Flexi
Berlangganan COMBO bulanan
Postpaid (Classy) : Rp. 2.500,-/ 30 hari (exc. PPN)
Prepaid (Trendy) : Rp. 2.800,-/ 30 hari (inc. PPN)
Berhenti berlangganan COMBOPlus : Free of charge
Call Forward COMBO : Rp. 250 / 30 detik
SMS Forward : Free of charge
Usage dari nomor COMBO : sama dengan tarif usage dari nomor utama






Copyright © 2004 PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.

Minggu, 07 September 2008

Batu Gantung

Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus, sehingga mudah untuk dijangkau.

Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. Selain sebagai objek wisata yang eksotis, Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara. Dahulu, kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Setelah terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan, tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat.

Dalam peristiwa itu, muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. Menurut masyarakat setempat, batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!.

Alkisah,di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain rupawan, Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba, dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari.

Pada suatu hari, Seruni pergi ke ladang seorang diri, karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Sesampainya di ladang, gadis itu tidak bekerja, tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba.

Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Sementara anjingnya, si Toki, ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan, namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya.

Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. Ia sangat sedih, karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Ia sangat bingung. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu, ia pun mulai putus asa.

“Ya, Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini,” keluh Seruni. Beberapa saat kemudian, Seruni beranjak dari tempat duduknya. Dengan berderai air mata, ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu.

Sementara si Toki, mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. Dengan pikiran yang terus berkecamuk, Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. Tanpa diduga, tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. Gadis cantik itu sangat ketakutan. Di dasar lubang yang gelap, ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya.

“Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku, Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya.

Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong, namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Akhirnya gadis itu semakin putus asa.

“Ah, lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita,” pasrah Seruni.

Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya..

Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Merasa tidak mampu menolong sang majikan, ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampai di rumah majikannya, si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya.

“Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.

“Toki…, mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu.

“Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat.

“Pak, sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya,” sahut ibu Seruni.

“Ibu benar. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya,” kata ayah Seruni.

“Tapi hari sudah gelap, Pak. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni.

“Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga,” seru sang ayah. Tak lama kemudian, seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. Sesampainya mereka di ladang, si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu.

Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!”

“Pak, dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik.

“Benar, bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik.

“Tapi, kenapa dia berteriak: parapat, parapatlah batu?” tanya sang ibu.

“Entahlah, bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana,” jawab sang ayah cemas.

Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya, namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor.

“Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni.

“Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak.

Beberapa kali mereka berteriak, namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya.

“Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!”

“Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris.

Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang, namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu.

“Bu, pegang obor ini!” perintah sang ayah.

“Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu.

“Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang,” jawabnya tegas.

“Jangan ayah, sangat berbahaya!” cegah sang ibu.

“Benar pak, lubang itu sangat dalam dan gelap,” sahut salah seorang warga.

Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Tebing-tebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan mulut lubang batu, sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas.

Beberapa saat setelah gempa itu berhenti, tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”.

Beberapa hari kemudian, tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup, terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya, maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”.

Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam, namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia




Entri ini ditulis oleh rapolo dan dikirimkan oleh Mei 17, 2008 at 4:52 pm dan disimpan di bawah Batu Gantung Parapat, Cerita/ Dongengdengan pengait kata (tags) Danau Toba, medan, Parapat, Simalungun. Tandai permalink. Telusuri setiap komentar di sini dengan RSS feed kiriman ini. Tulis komen atau tinggalkan trackback: URL Trackback.


Jumat, 05 September 2008

Perbedaan BOS dan STAF

31 Agustus 2008 saya mendapat kiriman berita dari : www.blogberita.net, saya cukup tertarik dan memang perlu untuk direnungkan agar tidak menjadi beban sebagai bawahan.adapun artikel dimaksud al:


Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten Bila staff tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !

Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel. Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !

Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliauteliti. Bila staff bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform !

Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau smart. Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !

Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati. Bila staff lambat memutuskan, itu berarti dia telmi !

Bila boss mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan. Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !

Bila boss terlalu berani mengambil resiko, itu berarti beliau risk taking. Bila staff terlalu berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono !

Bila boss tidak berani mengambil resiko, itu berarti beliau prudent. Bila staff tidak berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

Bila boss mem-by pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-innovatif. Bila staff mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada. Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !

Bila boss menyatakansulit, itu berarti beliau prediktif-antisipatif. Bila staff menyatakan sulit, itu berarti dia pesimistik !

Bila boss menyatakanmudah, itu berarti beliauoptimis. Bila staff menyatakanmudah, itu berarti diameremehkan masalah !

Bila boss sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer. Bila staff sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss sering entertainment, itu berarti beliaurajin me-lobby customer. Bila staff sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !

Bila boss sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras. Bila staff sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !

Bila boss minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan. Bila staff minta fasilitas mewah, itu berarti diabanyak menuntut !

…….. dan masih banyak lagi.

Bila boss membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris. Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia : frustasi, iri terhadap karir orang lain, negative thinking, barisan sakit hati, provokasi, tidak tahan banting, berpolitik di kantor, tidak produktif, tidak sesuai dengan budaya perusahaan.


disalin oleh rosmen s dari :

www.blogberita.net